Wednesday, September 12, 2012

10 Cara menetapkan panggilan Tuhan dalam hidupmu



10 Cara menetapkan panggilan Tuhan dalam hidupmu


 Panggilan Tuhan untuk bertugas tidak sekeras yang tertulis di alkitab, panggilanmu tidak melebihi dari yang pernah kautanyakan. Kita tidak dapat menyatakannya kepada yang lain dengan mengutip ayat Firman Tuhan kepada mereka.
Namun panggilanmu dapat sangat dalam dan bertahan lama dalam hatimu. Itulah pekerjaan Allah untuk membawa hati kita ke titik kepastian, mengingat / mempertimbangkan segala hal termasuk Firman Tuhan, jalan ini adalah jalan / langkah ketaatan. Kepastian itu mungkin tidak sempurna / keliru tapi ketika itu dari Tuhan akan membawa damai di hidup kita. 
 Bagaimana Tuhan membangkitkan sebuah panggilan? Ada 10 sarana yang dapat digunakan. Hanya satu yang tidak pernah keliru yaitu Alkitab. Hal yang lain berhubungan, mereka tidak sepenuhnya menentukan kepastianmu. Mereka penting tapi beberapa dari mereka dapat dikesampingkan oleh yang lain. Gabungan yang bervariasi / berbeda ini adalah bensin yang Tuhan gunakan untuk menggerakkan mesin panggilanNya dalam hidupmu.
1.  Di atas segalanya, pelajari alkitabmu dan penuhi pikiranmu dengan itu. Alkitab membentuk / mengasah pikiran2 kita untuk tugas / misi yang bertahan lama ( Maz 1 : 1-3 : Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil ).
Alkitab membuat kita berapi – api untuk Kristus ( luk 24 : 32 : Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"  )
2.  Kenali karuniamu dan dirimu sendiri. Setiap orang Kristen memiliki karunia2 ( 1 Petr 4 : 10 – 11 :  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
11  Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. )
Mengetahui karunia kita membentuk lepastian akan panggilan kita. Dan mengetahui diri sendiri ( seperti yang Paulus tunjukkan di Rom 7 : 15 – 24 : Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
16  Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
17  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
18  Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
19  Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
20  Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
21  Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22  Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
23  tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
24  Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? )
Mengetahui diri sendiri akan memperdalam kemampuan indera / pengertian kita untuk pelayanan yang berbeda. ( tanamkan dalam pikiran bahwa hal ini dapat dikesampingkan oleh fakta2 yang lain ).
3. Pertimbangkan kebutuhan dunia ini.  Hati yang penuh kasih dari orang Kristen didorong oleh perasaan  kebutuhan baik dari jauh maupun dekat. Oleh karena itu Tuhan mempergunakan apa yang kita tahu untuk membangkitkan tindakan dari keinginan kita yang mendorong kita melakukan melebihi tanggung jawab kita ( Mat 9 : 36 – 38 :  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." )  
4.  Baca biografi para misionaris dan cerita / kisah garis depan mereka. Alkitab secara jelas membicarakan pahlawan2 iman sebagai petunjuk inspirasi yang hebat untuk membangkitkan visi / impian dan pelayanan ( Ibr 13 : 7 : Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.  )
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita ( Ibr 12 : 1 ).  
5 Tanyakan pada jiwamu, dimana kita terbeban untuk yang lainnya? Tuhan mencari dan mengirim yang terbeban untuk orang2 yang terhilang. Yesus terbeban untuk Yerusalem di Luk 13 : 33 – 34 : Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
34  Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Beban ini mendasar untuk panggilanNya. Apakah bebanmu?
6.  Ketahui keadaan sekitarmu. Orang tua, kesehatan, zaman, suku, negeri, rumah tangga, dsb. Semuanya itu adalah persoalan dalam panggilan kita tapi tidak ada dari mereka yang menentukan. Mereka semua dapat dikesampingkan. Mark 10 : 29 – 30 : Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
7.  Berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan kita dimana kita dapat menjadi yang terbaik untuk kemuliaanNya. Saya katakan mengirim seperti arti harfiah di Mat 9 : 38 : Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Pointnya adalah berdoa. Minta Tuhan untuk memakai engkau dalam kepenuhan untuk kemuliaanNya. Yak 1: 5 : Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,  —  yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit  — , maka hal itu akan diberikan kepadanya.
8.  Jangan abaikan gairah, memuji memuliakan Tuhan, penyembahan korporat. Hal terpenting panggilan utusan / pekabar Injil yang pernah terjadi ketika menyembah Tuhan Kis 13 : 2 : :  Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
9.  Dengarkan dengan rendah hati rohaniawan dalam hidupmu. Mereka tidak hanya memperkuat karuniamu. Mereka  adalah perantara Tuhan untuk membangkitkan kesenangan dan kemungkinan pelayanan penginjilan yang tidak pernah engkau impikan 2 tim 1 : 5 – 7 : Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
7  Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
10. Melatih penyerahan diri sepenuhnya kepada Kristus. Orang seperti inilah yang Tuhan pimpin kepada kehidupan yang berbuah lebat. Sengsara / terkutuklah orang yang mencoba untuk menjadi Kristen setengah2 dan tidak pernah berkata dari hatinya : saya meninggalkan segalanya untukMu Tuhan. Saya mau pergi kemana saja dan melakukan apa saja berapapun harganya, jika Engkau pergi bersamaku dan menjadi sukacitaku yang kekal.
Itulah mengapa Yesus berkata dalam Luk 14 : 26 -27, 33 : "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.