10 Cara menetapkan panggilan Tuhan dalam hidupmu
Panggilan Tuhan untuk bertugas tidak sekeras yang
tertulis di alkitab, panggilanmu tidak melebihi dari yang pernah kautanyakan.
Kita tidak dapat menyatakannya kepada yang lain dengan mengutip ayat Firman
Tuhan kepada mereka.
Namun panggilanmu dapat sangat dalam dan bertahan lama
dalam hatimu. Itulah pekerjaan Allah untuk membawa hati kita ke titik
kepastian, mengingat / mempertimbangkan segala hal termasuk Firman Tuhan, jalan
ini adalah jalan / langkah ketaatan. Kepastian itu mungkin tidak sempurna /
keliru tapi ketika itu dari Tuhan akan membawa damai di hidup kita.
Bagaimana Tuhan membangkitkan sebuah panggilan? Ada
10 sarana yang dapat digunakan. Hanya satu yang tidak pernah keliru yaitu
Alkitab. Hal yang lain berhubungan, mereka tidak sepenuhnya menentukan
kepastianmu. Mereka penting tapi beberapa dari mereka dapat dikesampingkan oleh
yang lain. Gabungan yang bervariasi / berbeda ini adalah bensin yang Tuhan
gunakan untuk menggerakkan mesin panggilanNya dalam hidupmu.
1. Di atas segalanya, pelajari alkitabmu dan
penuhi pikiranmu dengan itu. Alkitab membentuk / mengasah pikiran2 kita
untuk tugas / misi yang bertahan lama ( Maz 1 : 1-3 : Berbahagialah orang yang
tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang
berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang
kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan
malam.
3 Ia seperti
pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada
musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil ).
Alkitab membuat kita berapi – api untuk Kristus ( luk 24
: 32 : Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita
berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia
menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
)
2. Kenali karuniamu dan dirimu sendiri.
Setiap orang Kristen memiliki karunia2 ( 1 Petr 4 : 10 – 11 : Layanilah seorang akan yang lain, sesuai
dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik
dari kasih karunia Allah.
11 Jika ada orang
yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman
Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan
yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus
Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. )
Mengetahui karunia kita membentuk lepastian akan
panggilan kita. Dan mengetahui diri sendiri ( seperti yang Paulus tunjukkan di
Rom 7 : 15 – 24 : Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa
yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku
perbuat.
16 Jadi jika aku
perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu
baik.
17 Kalau demikian
bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
18 Sebab aku tahu,
bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang
baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang
baik.
19 Sebab bukan apa
yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak
aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
20 Jadi jika aku
berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya,
tetapi dosa yang diam di dalam aku.
21 Demikianlah aku
dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu
ada padaku.
22 Sebab di dalam
batinku aku suka akan hukum Allah,
23 tetapi di dalam
anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal
budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam
anggota-anggota tubuhku.
24 Aku, manusia
celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? )
Mengetahui diri sendiri akan memperdalam kemampuan indera
/ pengertian kita untuk pelayanan yang berbeda. ( tanamkan dalam pikiran bahwa
hal ini dapat dikesampingkan oleh fakta2 yang lain ).
3. Pertimbangkan kebutuhan dunia ini. Hati yang penuh kasih dari
orang Kristen didorong oleh perasaan
kebutuhan baik dari jauh maupun dekat. Oleh karena itu Tuhan
mempergunakan apa yang kita tahu untuk membangkitkan tindakan dari keinginan
kita yang mendorong kita melakukan melebihi tanggung jawab kita ( Mat 9 : 36 –
38 : Melihat orang banyak itu,
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah
dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37 Maka kata-Nya
kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38 Karena itu
mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja
untuk tuaian itu." )
4. Baca biografi para misionaris dan cerita /
kisah garis depan mereka. Alkitab secara jelas membicarakan pahlawan2 iman
sebagai petunjuk inspirasi yang hebat untuk membangkitkan visi / impian dan
pelayanan ( Ibr 13 : 7 : Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah
menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan
contohlah iman mereka. )
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang
mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu
merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
bagi kita ( Ibr 12 : 1 ).
5 Tanyakan pada jiwamu, dimana kita terbeban
untuk yang lainnya? Tuhan mencari dan mengirim yang terbeban untuk orang2
yang terhilang. Yesus terbeban untuk Yerusalem di Luk 13 : 33 – 34 : Tetapi
hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah
semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
34
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari
dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu
mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di
bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Beban ini mendasar untuk panggilanNya.
Apakah bebanmu?
6. Ketahui keadaan sekitarmu. Orang tua,
kesehatan, zaman, suku, negeri, rumah tangga, dsb. Semuanya itu adalah
persoalan dalam panggilan kita tapi tidak ada dari mereka yang menentukan.
Mereka semua dapat dikesampingkan. Mark 10 : 29 – 30 : Jawab Yesus: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil
meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya
atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30
orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali
lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang,
sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia
akan menerima hidup yang kekal.
7. Berdoa kepada Tuhan untuk
mengirimkan kita dimana kita dapat menjadi yang terbaik untuk kemuliaanNya. Saya katakan mengirim seperti arti harfiah di Mat 9 : 38 :
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan
pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Pointnya adalah berdoa. Minta Tuhan
untuk memakai engkau dalam kepenuhan untuk kemuliaanNya. Yak 1: 5 : Tetapi
apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya
kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah
hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — , maka hal itu akan
diberikan kepadanya.
8. Jangan abaikan gairah, memuji memuliakan
Tuhan, penyembahan korporat. Hal terpenting panggilan utusan / pekabar
Injil yang pernah terjadi ketika menyembah Tuhan Kis 13 : 2 : : Pada suatu hari ketika mereka beribadah
kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas
dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
9. Dengarkan dengan rendah hati rohaniawan
dalam hidupmu. Mereka tidak hanya memperkuat karuniamu. Mereka adalah perantara Tuhan untuk membangkitkan
kesenangan dan kemungkinan pelayanan penginjilan yang tidak pernah engkau
impikan 2 tim 1 : 5 – 7 : Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu
Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
6 Karena itulah kuperingatkan engkau
untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku
atasmu.
7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh
yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
10. Melatih penyerahan diri sepenuhnya
kepada Kristus. Orang seperti inilah
yang Tuhan pimpin kepada kehidupan yang berbuah lebat. Sengsara / terkutuklah
orang yang mencoba untuk menjadi Kristen setengah2 dan tidak pernah berkata
dari hatinya : saya meninggalkan segalanya untukMu Tuhan. Saya mau pergi kemana
saja dan melakukan apa saja berapapun harganya, jika Engkau pergi bersamaku dan
menjadi sukacitaku yang kekal.
Itulah
mengapa Yesus berkata dalam Luk 14 : 26 -27, 33 : "Jikalau seorang datang
kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya,
saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak
dapat menjadi murid-Ku.
27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan
mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikian
pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari
segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.