Cissie Graham Terbebas Dari Anoreksia Karena
Tuhan
Dunia sering memberikan gambaran
tentang kehidupan ideal yang semestinya, namun saat seseorang menjadi terlalu
mengejar untuk mendapatkan gambaran itu, maka yang didapati hanya kekecewaan.
Salah satunya adalah tentang gambaran wanita cantik, dunia mode membuat wanita
bertubuh kurus adalah segalanya, sehingga membuat sebagian wanita terjebak
dalam gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia.
"Dunia
sekuler, baik Hollywood ataupun media menggagungkan wanita kurus, tapi ketika
seorang wanita muncul terlalu kurus dengan gangguan makan, dunia mengatakan
bahwa mereka patut dikasihani. Dunia mengajarkan kita untuk mendambakan semua
hal dalam hidup, tapi ketika kita menginginkan semua itu dan terjebak terlalu
jauh, mereka hanya dibuat menangis," ungkap Cissie Graham Lynch, cucu dari
penginjil Billy Graham, seperti dilansir dari billygrahamorg.
Cissie bersaksi
bahwa dulu dia sempat mengalami gangguan pola makan. "Saya berjuang selama
bertahun-tahun dengan gangguan pola makan, Butuh komitmen doa yang tetap, saya
berlutut dan berseru 'Tuhan, Bantu saya untuk melihat diri saya melalui
mata-Mu, bukan dari mataku sendiri,"ungkap Cissie
Menurut Cissie
seseorang sangat mudah terjebak dalam perangkap ambisinya sendiri. "Ketika
saya memiliki kelainan pola makan, hal pertama yang saya pikirkan di pagi dan
malam hari adalah diri saya. Saya menghitung setiap kalori yang masuk ke tubuh
dan apa yang saya makan serta apakah yang saya lakukan (diet) sudah
berhasil,"
Cissie bertutur
masalahnya terhadap gangguan pola makan akhirnya berhasil diatasinya setelah
dia belajar berhenti memikirkan diri sendiri dan mulai melayani orang lain
ketika melayani anak-anak di Thailand. “Saya tidak melayani diri sendiri, saya
melayani orang lain dan Tuhan. Setiap kecanduan obat, alkohol, seks adalah
tentang Anda, bukan orang lain."
Tren dunia terus
berubah mengikuti perkembangan zaman, jika kita berusaha mengikutinya maka kita
pun akan terjebak menjadi pribadi yang mencintai dirinya sendiri, seperti apa
yang dikhawatirkan oleh Paulus (2 Timotius 3:2). Pergunakan waktu yang kita
miliki untuk melayani Tuhan dengan menjadi berkat bagi orang lain.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.