Saturday, September 8, 2012

Penundaan Waktu


PENUNDAAN WAKTU

Kisah Para Rasul 7:2-4
2  Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran,
3  dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
4  Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang;
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa : Abraham itu mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mendengar firman Tuhan dimulai pada waktu berada di Mesopotamia, Ur-Kasdim. Jadi, pada waktu di Ur-Kasdim, Tuhan telah menampakkan diri dan berfirman kepada Abraham.  Abraham keluar dari Ur-Kasdim dan menetap di Haran. Setelah ayahnya yaitu Terah meninggal, Allah menyuruh untuk pindah dari Haran ke negeri yang akan dijanjikan. Ada 2 Fase dimana Tuhan berbicara kepada Abraham dalam bagian awal. Bandingkan dengan ayat di bawah ini.

Kejadian 12:31,32 - 13:1
31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana.
32  Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Dari Kejadian 12:31,32 ini  dapat disimpulkan bahwa: Terah-lah yang membawa rombongan keluarga untuk pindah dari Ur-Kasdim ke Haran. Dan sepertinya, Abraham belum mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mendengar perintah Tuhan untuk keluar dari negerinya dan sanak saudaranya. Padahal kalau kita telusuri dari Kisah Para Rasul 7 ayat 2 dan 3  bahwa sejak dari Ur-Kasdim sesungguhnya Tuhan sudah menampakkan diri dan berfirman kepada Abraham, seharusnya Abraham meninggalkan negeri Ur-Kasdim dan saudaranya akan tetapi kenyataannya justru Terah-lah yang memimpin perpindahan itu sehingga hal itu membuat Abraham tetap bersama dengan mereka. Dan mereka bersama-sama menetap di Haran.
Makna Rohaninya :
Ketika Abraham mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mendengar firman Tuhan seharusnya Abraham harus taat  yaitu untuk meninggalkan dari negeri dan sanak saudaranya. Tetapi malah justru satu keluarga besar ini pindah semua secara global dari Ur-Kasdim ke Haran. Harusnya yang memimpin adalah Abraham tetapi kenyataannya Terahlah yang membawa rombongan keluarga ini pergi ke Haran dari Ur-Kasdim. Hal ini membuat terjadinya sebuah “PENUNDAAN WAKTU”. Penundaan ini dikarenakan ketidaktaatan Abraham pada firman Tuhan dan Ketidakpekaan akan firman Tuhan. Abraham harus menghabiskan waktu hampir beberapa tahun (kira-kira 14-15 tahun) tinggal di Haran sampai  Terah meninggal. Ketika Terah meninggal baru sesudah itu Tuhan berbicara kembali kepada Abraham untuk mengingatkan kembali akan firmanNya. Arti nama TERAH adalah waktu yang lama, tertunda (delay). Berarti kalau dalam hidup kita ada Terah-Terah yang masih muncul bercokol dan memimpin hidup kita maka dalam hidup kita akan mengalami PENUNDAAN WAKTU, sedangkan Tuhan sudah berfirman untuk bergantung sepenuhnya dan mempercayai ALLAH. Terah dalam hidup kita bisa berupa kekayaan yang berlimpah, relasi dengan orang lain, kenyamanan akan keadaan, kekuatiran akan masa depan, keraguan akan janji Tuhan dll. Kalau hal-hal itu masih memimpin dalam hidup kita maka bisa dipastikan akan ada banyak penundaan waktu dalam hidup kita sampai kita mempercayai Tuhan dengan sepenuhnya dan menginjinkan firman Tuhan untuk menuntun kita hari lepas hari. Kalau seandainya Abraham taat akan firman Tuhan maka Abraham tidak akan mengalami penundaan Tuhan selama hamper 15 tahun di Haran sampai akhirnya Terah, ayahnya meninggal. Gbu
  

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.