PENUNDAAN WAKTU
Kisah Para Rasul 7:2-4
2
Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan
diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia,
sebelum ia menetap di Haran,
3
dan berfirman kepadanya:
Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang
akan Kutunjukkan kepadamu.
4
Maka keluarlah ia dari negeri
orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah
menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang;
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa : Abraham
itu mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mendengar firman Tuhan dimulai pada
waktu berada di Mesopotamia, Ur-Kasdim. Jadi, pada waktu di Ur-Kasdim, Tuhan
telah menampakkan diri dan berfirman kepada Abraham. Abraham keluar dari Ur-Kasdim dan menetap di
Haran. Setelah ayahnya yaitu Terah meninggal, Allah menyuruh untuk pindah dari
Haran ke negeri yang akan dijanjikan. Ada 2 Fase dimana Tuhan berbicara kepada
Abraham dalam bagian awal. Bandingkan dengan ayat di bawah ini.
Kejadian 12:31,32 - 13:1
31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak
Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama
dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka
ke Haran, dan menetap di sana.
32
Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan
dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan
kepadamu;
Dari Kejadian 12:31,32 ini dapat
disimpulkan bahwa: Terah-lah yang membawa rombongan keluarga untuk pindah
dari Ur-Kasdim ke Haran. Dan sepertinya, Abraham belum mengalami perjumpaan
dengan Tuhan dan mendengar perintah Tuhan untuk keluar dari negerinya dan sanak
saudaranya. Padahal kalau kita telusuri dari Kisah Para Rasul 7 ayat 2 dan
3 bahwa sejak dari Ur-Kasdim
sesungguhnya Tuhan sudah menampakkan diri dan berfirman kepada Abraham,
seharusnya Abraham meninggalkan negeri Ur-Kasdim dan saudaranya akan tetapi
kenyataannya justru Terah-lah yang memimpin perpindahan itu sehingga hal itu
membuat Abraham tetap bersama dengan mereka. Dan mereka bersama-sama menetap di
Haran.
Makna Rohaninya :
Ketika Abraham mengalami perjumpaan
dengan Tuhan dan mendengar firman Tuhan seharusnya Abraham harus taat yaitu untuk meninggalkan dari negeri dan
sanak saudaranya. Tetapi malah justru satu keluarga besar ini pindah semua
secara global dari Ur-Kasdim ke Haran. Harusnya yang memimpin adalah Abraham
tetapi kenyataannya Terahlah yang membawa rombongan keluarga ini pergi ke Haran
dari Ur-Kasdim. Hal ini membuat terjadinya sebuah “PENUNDAAN WAKTU”. Penundaan
ini dikarenakan ketidaktaatan Abraham pada firman Tuhan dan Ketidakpekaan akan
firman Tuhan. Abraham harus menghabiskan waktu hampir beberapa tahun (kira-kira
14-15 tahun) tinggal di Haran sampai Terah meninggal. Ketika Terah meninggal baru
sesudah itu Tuhan berbicara kembali kepada Abraham untuk mengingatkan kembali
akan firmanNya. Arti nama TERAH adalah waktu yang lama, tertunda (delay).
Berarti kalau dalam hidup kita ada Terah-Terah yang masih muncul bercokol dan
memimpin hidup kita maka dalam hidup kita akan mengalami PENUNDAAN WAKTU,
sedangkan Tuhan sudah berfirman untuk bergantung sepenuhnya dan mempercayai
ALLAH. Terah dalam hidup kita bisa berupa kekayaan yang berlimpah, relasi
dengan orang lain, kenyamanan akan keadaan, kekuatiran akan masa depan,
keraguan akan janji Tuhan dll. Kalau hal-hal itu masih memimpin dalam hidup
kita maka bisa dipastikan akan ada banyak penundaan waktu dalam hidup kita
sampai kita mempercayai Tuhan dengan sepenuhnya dan menginjinkan firman Tuhan
untuk menuntun kita hari lepas hari. Kalau seandainya Abraham taat akan firman
Tuhan maka Abraham tidak akan mengalami penundaan Tuhan selama hamper 15 tahun
di Haran sampai akhirnya Terah, ayahnya meninggal. Gbu
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.