API dan REVIVAL
Apa itu Revival ? Revival dalam bahasa inggris disebut dengan “great
awakening” kalau diterjemahkan berarti kebangunan kembali atau kebangkitan
besar. Kata asli Revival dalam Perjanjian Baru adalah “anazao”. Arti harfiahnya adalah “menjadi hidup kembali”. Kata ini
untuk menyebutkan sesuatu yang telah mati dan karena sesuatu hal menjadi hidup
kembali. Tertulis dalam Roma 7: 9, Roma 14:9.
Kata “anazao” berkembang menjadi “anazopureo”
artinya menyalakan api sehingga berkobar-kobar. Tertulis dalam 2 Timotius 1:6.
Jadi Revival adalah Menghidupkan kambali sesuatu yang telah mati dengan
megobarkan api Tuhan terus menyala. Revival dalam pribadi, gereja, kota dan
bangsa adalah menghidupkan sesuatu yang telah lama mati dan rusak dalam keberdosaan
manusia dan mengobarkan api Tuhan untuk menyala, membakar setiap kekotoran dan
memurnikan hidup manusia. Revival Sadalah proses tujuan Allah dalam sejarah
manusia yaitu masyarakat berubah, kebiasaan berubah, dan semua komponen berubah
meuju sebuah tatanan yang Allah mau.
Revival perlu seseorang yang
mepersiapkan dirinya secara matang.
Sebelum revival menuju ke arah yang “eksternal” yaitu menjangkau orang yang
diluar maka orang itu harus mengalami revival secara “internal” terlebih dulu.
Revival merupakan isi hati Tuhan jadi seseorang yang berdoa untuk sebuah
revival maka seseorang itu harus mengetahui isi hatinya Tuhan. Mengetahui isi
hati Tuhan berarti mengetahui kehendak Tuhan buat pribadi, keluarga dan
masyarakat secara majemuk. Pertanyaannya “bagaimana dapat mengetahui isi hati
Tuhan secara kompleks tersebut “ ? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah
dengan “TERUS MENCARI WAJAHNYA” yaitu membangun keintiman dan komunikasi dengan
Tuhan. Membangun keintiman dengan Tuhan adalah sebuah proses yang berlangsung
secara kontinu dan tidak putus (baca=“istilah jawa ”dang tek”/ “dong-dongan”). Membangun keintiman sebenarnya itu
sedang membangun tahta Allah dalam hidup manusia untuk ambil alih/intervensi
secara total. Buah yang dihasilkan adalah “Kehendak Tuhan yang terjadi” (not my will but let Your will be done)
dan KETAATAN. Revival tidak terjadi melalui sebuah metode dan cara manusia
tetapi itu semata-mata terjadi karena karya Ilahi sesuai dengan kehendakNya.
Revival memiliki bentuk dan ciri khas
yang berbeda di setiap jamannya semuanya dikerjakan oleh “KARYA ILAHI”. Tidak
ada cara atau metode bahkan prinsip tertentu untuk membuat revival tetapi yang
dicari Tuhan adalah orang yang mau “bekerjasama” memahami isi hati-NYA. Dalam
artian sebenarnya kita tidak bisa “copy-clonning” sebuah revival dari tempat
lain karena secara spesifik Tuhan akan menyatakan sebuah gelombang revival
dengan cara yang berbeda dan unik.
Seorang
pembawa kebangunan rohani (revivalis) bukanlah orang yang tidak teruji atau
mental “kacangan” tetapi benar-benar orang yang sudah teruji melalui api yaitu lewat proses pemurnian (purgatory) dan proses ketulusan/kejujuran
(probatory). Revivalis adalah
seorang yang berkualitas rohaninya, yang dagingnya sudah dimatikan dalam proses
Ilahi. Orang yang membawa api kebangunan adalah orang yang sudah hidup dalam
api kebangunan itu sendiri. Revivalis
adalah orang yang “HIDUP MARTIR” artinya hidup tetapi hidupnya sudah
dipersembahkan kepada Tuhan seluruhnya (living
sacrifice). Hidup yang dihidupi bukanlah hidup secara jasmani saja tetapi Roh
Kudus diijinkan menyatakan kehendakNya dan menuntun hidup secara mutlak.
Semakin banyak daging yang terbakar, Roh Kudus semakin berkobar-kobar dalam
hidup kita. Seorang yang menjadi revivalis adalah seorang murid Kristus dan
bukan jemaat. Murid Kristus adalah orang yang siap dengan revival dan akan
terus mengobarkan api revival. Murid Kritus sudah terlatih dan terdidik secara
maksimal (bukan orang bodoh). Murid Kristus sudah teruji dalam berbagai
tantangan dan hambatan baik watak,
karater dan kebiasaann dalam hidupnya. Revival adalah bagi level murid Kristus.
Tuhan memberi mandat untuk menjadikan orang percaya pada level murid dan bukan
jemaat.
Ringkasan dari buku
Judul :
Api dan Revival
Karya :
Samuel D. Wijaya
Penerbit :
ANDI Offset Yogyakarta
Dirangkum oleh :
Ady wahyu saputro (Oei Peng an)
Buku mantap... goodluck
ReplyDelete