Friday, September 7, 2012

API DAN REVIVAL



API dan REVIVAL

            Apa itu Revival ? Revival dalam bahasa inggris disebut dengan “great awakening” kalau diterjemahkan berarti kebangunan kembali atau kebangkitan besar. Kata asli Revival dalam Perjanjian Baru adalah “anazao”. Arti harfiahnya adalah “menjadi hidup kembali”. Kata ini untuk menyebutkan sesuatu yang telah mati dan karena sesuatu hal menjadi hidup kembali. Tertulis dalam Roma 7: 9, Roma 14:9.  Kata “anazao” berkembang menjadi “anazopureo” artinya menyalakan api sehingga berkobar-kobar. Tertulis dalam 2 Timotius 1:6. Jadi Revival adalah Menghidupkan kambali sesuatu yang telah mati dengan megobarkan api Tuhan terus menyala. Revival dalam pribadi, gereja, kota dan bangsa adalah menghidupkan sesuatu yang telah lama mati dan rusak dalam keberdosaan manusia dan mengobarkan api Tuhan untuk menyala, membakar setiap kekotoran dan memurnikan hidup manusia. Revival Sadalah proses tujuan Allah dalam sejarah manusia yaitu masyarakat berubah, kebiasaan berubah, dan semua komponen berubah meuju sebuah tatanan yang Allah mau.
Revival perlu seseorang yang mepersiapkan dirinya  secara matang. Sebelum revival menuju ke arah yang “eksternal” yaitu menjangkau orang yang diluar maka orang itu harus mengalami revival secara “internal” terlebih dulu. Revival merupakan isi hati Tuhan jadi seseorang yang berdoa untuk sebuah revival maka seseorang itu harus mengetahui isi hatinya Tuhan. Mengetahui isi hati Tuhan berarti mengetahui kehendak Tuhan buat pribadi, keluarga dan masyarakat secara majemuk. Pertanyaannya “bagaimana dapat mengetahui isi hati Tuhan secara kompleks tersebut “ ? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan “TERUS MENCARI WAJAHNYA” yaitu membangun keintiman dan komunikasi dengan Tuhan. Membangun keintiman dengan Tuhan adalah sebuah proses yang berlangsung secara kontinu dan tidak putus (baca=“istilah jawa ”dang tek”/ “dong-dongan”). Membangun keintiman sebenarnya itu sedang membangun tahta Allah dalam hidup manusia untuk ambil alih/intervensi secara total. Buah yang dihasilkan adalah “Kehendak Tuhan yang terjadi” (not my will but let Your will be done) dan KETAATAN. Revival tidak terjadi melalui sebuah metode dan cara manusia tetapi itu semata-mata terjadi karena karya Ilahi sesuai dengan kehendakNya. Revival memiliki bentuk dan ciri khas yang berbeda di setiap jamannya semuanya dikerjakan oleh “KARYA ILAHI”. Tidak ada cara atau metode bahkan prinsip tertentu untuk membuat revival tetapi yang dicari Tuhan adalah orang yang mau “bekerjasama” memahami isi hati-NYA. Dalam artian sebenarnya kita tidak bisa “copy-clonning” sebuah revival dari tempat lain karena secara spesifik Tuhan akan menyatakan sebuah gelombang revival dengan cara yang berbeda dan unik.
            Seorang pembawa kebangunan rohani (revivalis) bukanlah orang yang tidak teruji atau mental “kacangan” tetapi benar-benar orang yang sudah teruji melalui api yaitu lewat proses pemurnian (purgatory) dan proses ketulusan/kejujuran (probatory). Revivalis adalah seorang yang berkualitas rohaninya, yang dagingnya sudah dimatikan dalam proses Ilahi. Orang yang membawa api kebangunan adalah orang yang sudah hidup dalam api kebangunan itu sendiri.  Revivalis adalah orang yang “HIDUP MARTIR” artinya hidup tetapi hidupnya sudah dipersembahkan kepada Tuhan seluruhnya (living sacrifice). Hidup yang dihidupi bukanlah hidup secara jasmani saja tetapi Roh Kudus diijinkan menyatakan kehendakNya dan menuntun hidup secara mutlak. Semakin banyak daging yang terbakar, Roh Kudus semakin berkobar-kobar dalam hidup kita. Seorang yang menjadi revivalis adalah seorang murid Kristus dan bukan jemaat. Murid Kristus adalah orang yang siap dengan revival dan akan terus mengobarkan api revival. Murid Kritus sudah terlatih dan terdidik secara maksimal (bukan orang bodoh). Murid Kristus sudah teruji dalam berbagai tantangan dan hambatan  baik watak, karater dan kebiasaann dalam hidupnya. Revival adalah bagi level murid Kristus. Tuhan memberi mandat untuk menjadikan orang percaya pada level murid dan bukan jemaat.

Ringkasan dari buku
Judul                            : Api dan Revival
Karya                          : Samuel D. Wijaya
Penerbit                       : ANDI Offset Yogyakarta
Dirangkum oleh            : Ady wahyu saputro (Oei Peng an)

1 comment:

Note: Only a member of this blog may post a comment.