Wednesday, September 12, 2012

Kebangunan Rohani I


Kebangunan Rohani atau yang biasa juga disebut revival atau great awakening, hampir selalu terjadi dari jaman ke jaman. Dimulai dari jaman para rasul ketika Petrus berkotbah dan seketika itu juga ada 3.000 orang yang bertobat dan dibaptis, hingga era modern di abad 21 ini. Percayakah anda bahwa Tuhan memiliki kerinduan untuk mencurahkan Roh-Nya yang kudus untuk memberikan lawatan yang besar, sebuah hujan akhir, yang akan menggoncang unia sebelum kedatangannya yang kedua kali? Dalam setiap generasi, dalam suatu kota ataupun lingkup negara, selalu ada orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya agar kebangunan itu boleh terjadi. Dalam artikel ini akan diulas kebangunan dan orang-orang yang mengukir sejarah kebangunan rohani di dunia. Kebangunan yang diselidiki ahli sejarah kebangunan membagi kebangunan-kebangunan yang ada dalam 7 fase.
Berikut ulasannya :
 Kebangunan Rohani Gelombang I (1725-1766)

Kegerakan ini dimulai oleh komunitas orang Moravian yang sering disebut “Herrnhut” (The Lord’s watch), yang dipimpin oleh Nikolas Zinzendorf yang memulainya dengan pertemuan doa 24 jam sehari yang bertahan selama seratus tahun lebih. Dimana 65 tahun berikutnya komunitas kecil tersebut mengirimkan 300 misionaris radikal yang selanjutnya akan menjadi cikal bakal kebangunan rohani di Amerika dan Eropa.
Griffith Jones, seorang anglikan muda yang sebutannya tak lain adalah ‘morning star revival’ menandai Inggris dengan kotbah kebangunannya selama 10 tahun sebelum Theodore Frelinghuysen seorang Reformed dari Belanda membawa kebangunan di Amerika sekitar tahun 1727. Kebangunan tersebut menyebar di kota-kota, seperti New Jersey, Pennsylvania, Virginia, sebelum kebangunan luar biasa yang diadakan Jonathan Edwards pada tahun 1734.


Sedangkan dari Inggris kegerakan kebangunan dimulai oleh George Whitefield dan John Wesley. Dalam perkembangannya, Wesley berdampak bagi pertumbuhan greja dan kerohanian masyarakat Inggris. Lain halnya dengan Whitefield yang menyebarkan api kebangunan dan pertobatan ke daerah koloni di Amerika.
Pada jaman ini Jonathan Edwards juga merupakan ahli teologia yang mempengaruhi kekristenan hingga hari ini. Ajarannya, dan perintisan yang dilakukan membawa dampak yang besar bagi kebangunan rohani di Amerika.Sejak muda ia adalah seorang pemikir dan banyak mengahasilkan tulisan, teori, filsafat di beberapa bidang pengetahuan. Bahkan pada hari meninggalnya pun ia mati sebagai pimpinan dari universitas Princeton di New Jersey.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.