Wednesday, September 12, 2012
Kebangunan Rohani II
Kebangunan Rohani Gelombang II (1792-1822)
John Erskine dari Edinburgh memulai kebangunan ini dengan sebuah kegerakan doa setelah mempublikasikan doa kebangunan rohani Jonathan Edwards. Pada saat yang sama, di Inggris, greja di Wales memulai ibadah lapangan terbuka. Awal kebangunan dapat ditelusuri lagi di kota industri, Yorkshire pada akhir 1791, yang menyebar ke seluruh wilayah dan denominasi, dimana jumlah kaum Metodis bertumbuh dari 72.000 menjadi seperempat juta pengikut dalam rentang waktu satu generasi. Fenomena kebangunan juga terjadi di Skotlandia. Tidak ketinggalan, di Irlandia juga terjadi kebangunan di kalangan metodis. Orang Skandinavia membawa kebangunan di kalangan Reformed di Jerman.
Kebangunan Rohani Gelombang III (1830-1842)
Tokoh kebangunan Amerika yang menonjol pada era ini ialah Asahel Nettleton dan Charles Finney. Dalam dokumentasi Finney, ia mencatat bahwa terjadi pertobatan 100.000 jiwa dalam satu tahun pelayanannya. Greja Episkopal Metodis sangat berkembang kala itu, bahkan jumlahnya menjadi dua kali lipat sekitar 1840-1842.
Di benua lainnya, Roh Allah juga mulai melawat Inggris melalui James Caughey (kebangsaan Amerika), Robert Aitkin, dan William Haslam. Pelayanan misi ke orang miskin dan panti asuhan juga dikembangkan oleh J.N Darby dan George Műller. Pemulihan karunia rohani dan apostolic juga dibangkitkan melalui oleh Edward Irving. Wales, Skotlandia, dan kota-kota di Inggris banyak mengalami kemajuan rohani kala itu. Secara Internasional, kebangunan juga terjadi di beberapa tempat di seluruh dunia, yaitu di Skandinavia, Eropa Tengah, Afrika Selatan, Kepulauan Pasifik, India, Malabar, dan Ceylon.
Kebangunan Rohani Gelombang IV (1857-…)
Kebangunan ini dimulai secara perlahan dari Kanada dengan pertumbuhan jumlah pertobatan yang semakin bertambah. Hingga suatu hari seorang pengusaha yang bernama Jeremiah Lanphier (bertobat dari penginjilan Finney), memulai kegerakan doa setiap rabu siang. Dalam kurun waktu enam bulan, terdapat 10.000 pengusaha dari seluruh penjuru Amerika mengadakan pertemuan yang sepertinya. Mereka mengakui dosa-dosanya, mengalami pertobatan dan berdoa untuk terjadinya suatu kebangunan rohani.
Lord Shaftsbury melayani anak muda, kaum papa dan kaum terbuang. Sedangkan David Livingstone dan Mary Slessor membawa injil ke benua Afrika. Kebangunan yang terjadi pada masa ini berdampak ke negara Eropa lainnya, Rusia Barat, Australia, Kepulauan Selatan, Afrika Utara, dan India.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.